Home / berita umum / 100 Hari Kinerja Gubernur DKI

100 Hari Kinerja Gubernur DKI

100 Hari Kinerja Gubernur DKI – Gagasan kerja sama pembangunan kereta enteng atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta dengan PT Ratu Prabu Daya selama 400 km jadi satu diantara wacana yang dijanjikan pada pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Wakil Gubernur Sandiaga Uno dalam 100 hari pertama bekerja.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, saat itu mengakui sudah lakukan pertemuan dengan PT Ratu Prabu Daya di Balai Kota, pada 4 Januari 2018 yang lalu.

Selesai pertemuan itu, Sandi menyebutkan sudah memperoleh tawaran dari Ratu Prabu untuk mengerjakan LRT selama 400 km yang jalurnya di lokasi Jakarta serta sekelilingnya. Sandi berujar, perusahaan yang sudah melantai di Bursa Dampak Indonesia (BEI) itu sudah lakukan kajian dengan konsultan.

” Barusan kita kehadiran group Ratu Prabu Daya. Satu diantara usaha besar di Indonesia yang membawa rencana yang telah cukup masak yakni membuat lebih dari 200 km penambahan LRT di lokasi Jakarta serta sekelilingnya, ” kata Sandi, di Balai Kota, Kamis (4/1/2017).

Terakhir, di ketahui pihak Ratu Prabu merencanakan membuat LRT di Jakarta serta sekelilingnya sekitaran 400 km, dengan nilai project yang cukup fantastis menjangkau Rp 405 triliun. Sandi menyebutkan, gagasan pembangunan yang juga akan dikerjakan ini murni usaha, serta tidak melibatkan aturan dari pemerintah.

PT Ratu Prabu Daya Tbk sendiri adalah satu diantara emiten yang sahamnya diperjualbelikan dengan kode perdagangan saham ARTI. Sahamnya pertama kalinya diperjualbelikan di pasar modal RI pada 30 April 2003 dengan penjamin emisi dampak PT Harumdana Sekuritas.

Komisaris Paling utama Ratu Prabu yaitu Derek Prabu Maras, sesaat menempati jabatan Komisaris yaitu Agus Cahyo Baskoro. Di deretan direksi, ada Burhanuddin Bur Maras jadi Direktur Paling utama, lalu ada Gregory Quinn Maras, Gemilang Zaharani serta Iskandarsyah jadi direktur.

” Mereka telah bekerjasama dengan BPTJ serta Kemenhub. Gagasannya juga akan dimatangkan. Jumlah lapangan kerja yang dapat terwujud kami tengah kaji. Ini meyakinkan kalau Jakarta dapat miliki transportasi berbasiskan rel yg tidak kalah dengan kota-kota besar diluar negeri, ” papar Sandi.

Project ini gagasannya terdiri dari 3 fase, dimana fase pertama juga akan diawali pada 2020 dengan lama pelaksanaan 3 th.. Tetapi, itu juga bila Ratu Prabu telah memperoleh izin dari pemerintah.

Di fase pertama yang terbagi dalam 9 jalur (line) A-I membentang di semua penjuru Jakarta.

Line A membentang dari Karawaci hingga Jalan Sultan Agung, line B dari Jalan Raya Serpong hingga Bandara Soekarno Hatta, line C dari Bendungan Hilir hingga Kampung Bandan, line D dari Bandara Soekarno Hatta hingga Cawang, serta line E dari Jalan Joglo Raya hingga Gelanggang Berolahraga.

Lalu, berlanjut di line F dari Cikunir hingga Selamat Prima (Pluit), line G dari Antasari hingga Depok, serta Line I dari Dufan menuju Bintara.

Lantas di fase ke-2 ada 4 jalur, line J dari nasional 1 (Kapuk Muara) hingga Bintara Permai, line K dari Tentara Pelajar hingga Kemang Raya, line L serta M direncanakan menuju Pulau Reklamasi.

Paling akhir fase ke-3, diawali dari line N Jalan Otto Iskandar Dinata menuju Depok, line O dari Jalan Nasional 2 hingga Jalan Pajajaran Bogor, line P dari Jalan R. E Martadinata di Jakarta Utara hingga Cikunir, serta line Q direncanakan dari Depok menuju Jalan Raya Bogor.

PT Ratu Prabu Daya juga telah keluarkan dana sebesar US$ 10 juta atau sama dengan Rp 135 miliar (kurs : Rp 13. 500/dolar) untuk lakukan studi berkaitan pembangunan LRT selama 400 km. Dana itu di keluarkan dari kantong pribadi Presiden Direktur PT Ratu Prabu Daya Tbk (ARTI) B. Bur Maras.

Bur Maras menyebutkan, studi berkaitan pembangunan LRT selama 400 km telah dikerjakan dengan masak serta begitu detil oleh Bechtel, perusahaan konsultan asal Amerika Perkumpulan (AS). Bahkan juga, dengan terdapatnya studi itu dapat buat gagasan pembangunan LRT ini andal serta memperoleh pendanaan dari bank.

” Semuanya dihitung Bechtel. Bila kalkulasi itu bukanlah kalkulasi berapakah angin terkencang, gempa berapakah kali satu tahun, diukur dengan tehnis, setelah itu dihitung kelayakan keuangan, ” kata Bur Maras waktu itu.

Selama ini, Ratu Prabu sendiri menyebutkan juga akan membuat project itu dengan step awal membuat konsorsium. Dalam perusahaan joinan itu, Ratu Prabu juga akan mengajak China Railway Construction Corporation jadi kontraktornya yang mengerjakan project Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

About admin