Home / berita umum / Ada Deklarasi Anti Hoaks Di Papua

Ada Deklarasi Anti Hoaks Di Papua

Jayapura – Orang-orang Papua setuju untuk menampik berita bohong atau hoaks di tanah Papua. Deklarasi antihoaks di tanah Papua dikerjakan di Taman Imbi, Kota Jayapura, dengan tiga point perjanjian menampik serta menentang penebaran berita hoaks atau bohong.

Lantas, ada pula point dalam deklarasi itu yang menyebutkan orang-orang di tanah Papua mensupport TNI/Polri, untuk menindak dengan tegas dengan hukum pada penebar hoaks di tanah Papua. Orang-orang di Papua menampik jadi korban penebaran berita bohong.

Beberapa perwakilan paguyuban, anak sekolah serta komune pemuda tampak dalam Deklarasi Antihoaks, turut membentangkan spanduk, poster serta pamflet dalam deklarasi itu. Di Papua, penebaran berita hoaks atau bohong, semakin banyak dikerjakan melalaui sosial media, terutama Facebook.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan beberapa berita hoaks yang menyebar di Papua, malah dikerjakan dari luar Papua. Ini di ketahui sesudah ada Satgas Antihoaks yang dibuat Polda Papua.

” Nomor-nomor penebar hoaks, kami kenali dari luar Papua. Untuk menghadapinya, kami buat content yang sehat, positif yang diperlukan orang-orang, supaya tidak terbodohi informasi hoaks yang sudah disebarkan oknum itu, ” ucap Boy, Selasa, 13 Maret 2018.

Boy memberikan, hukuman penebar hoaks dapat dipidana sampai 7 th. penjara. Dia mengajak orang-orang Papua memakai sosial media dengan bijak serta menebarkan info berdasar pada kenyataan, tanpa ada berisi berita bohong yang beresiko penyesatan kondisi kebodohan orang-orang serta memecah belah persatuan.

Penjabat Sesaat Gubernur Papua, Soedarmo mengatakan Deklarasi Antihoaks yang dikerjakan hari ini adalah antisipasi awal yang dikerjakan oleh Polda Papua, terlebih mendekati Pilkada serentak 2018.

” Pemerintah dengan rakyat Papua mensupport deklarasi ini. Kami menentang serta menampik berita hoax yang meneror persatuan serta kesatuan bangsa di Papua, ” kata Soedarmo ditempat yang sama.

Menurut Soedarmo, sistem pilkada di Papua masih tetap dipandang riskan, salah satunya perseteruan antarpendukung serta ancaman berkaitan pilkada karena penebaran info hoax.

Selesai deklarasi itu, sekitaran 300 warga Papua turut di tandatangani kain putih selama 100 mtr. untuk support antihoaks di Papua.

About admin