Home / indonesia / Bawaslu Soroti Masalah Logistik Hingga Akurasi DPT di Pilkada Serentak

Bawaslu Soroti Masalah Logistik Hingga Akurasi DPT di Pilkada Serentak

Pemilihan kepala daerah secara serentak untuk kali pertama dilangsungkan di 264 daerah, Rabu (9/12/2015) kemarin. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan jika masih terdapat sejumlah permasalahan yang ditemui di lapangan mulai dari persoalan logistik, akurasi daftar pemilih serta indikasi adanya money politic yang banyak bermunculan.

Berdasar laporan dari Bawaslu Provinsi serta tim supervisi sampai dengan Rabu (9/12/2015) pukul 17.00 WIB terdapat sejumlah hal yang menjadi catatan. Hal tersebut antara lain soal logistik misalnya kotak suara yang tidak tersegel, pengrusakan surat suara oleh oknum tertentu serta adanya kekurangan surat suara yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Selain itu juga munculnya indikasi keterlibatan para penyelenggara pemilu baik jajaran KPU maupun pengawas pemilu yang melakukan money politic untuk memberikan dukungan kepada calon pasangan tertentu. Persoalan trend money politic sendiri juga banyak dilakukan oleh tim sukses pasangan calon dan bahkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) hingga para anggota DPR.

Lalu juga munculnya kampanye terselubung saat Pilkada serentak tahun ini dengan banyak ditemukan saksi yang memakai atribut pendukung pasangan calon di TPS. Bawaslu pun mendapati sejumlah permasalahan yang muncul dari undangan pemilih (c6) misalnya terdaftar di DPT namun tak menerima undangan pemilih.

About admin