Home / kriminal / Menurut Bonjer Pungli Emang Banyak

Menurut Bonjer Pungli Emang Banyak

Menurut Bonjer Pungli Emang Banyak – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Boni Jebarus mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT biar selekasnya turun tangan buat menyelidiki perbuatan pungutan liar (pungli) pada kapal pesiar yg ramai di pelabuhan laut Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Menurut Bonjer, sapaan akrab Boni, problem dokter Pina Yanti Pakpahan yg membongkar praktek pungli di Kantor Kesehatan Pelabuhan tempat kerja Labuan Bajo, jadi kotak pandora buat membongkar carut-marut di pelabuhan itu sebagai destinasi wisata.

“Saya minta dengan hormat pada Kapolda NTT ambillah langkah progresif pada problem ini. Ada dua hal palinglah utama yg butuh dicermati oleh Kapolda yakni kiraan ancaman yg dihadapi dokter Pina yg pengen membongkar praktek pungli dan kiraan praktek pungli yg akut dan kemungkinan systemik di Pelabuhan Labuan Bajo, ”

Kecuali pungli, Bonjer juga menyinggung problem hak dari buruh tenaga kerja bongkar muat, yakni hak atas jaminan ketenagakerjaan, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan sosial bahkan diberikan perumahan di jamin oleh aturan.

Tapi sampai waktu ini, lanjut Bonjer, hak dari buruh bongkar muat ini tdk mendapatkan perhatian dari otoritas pelabuhan Labuan Bajo.

Meskipun sebetulnya, sama sesuai SKB dua Dirjen dan satu deputi, Dirjer Perhubungan Laut, Dirjen Tenaga Kerja dan satu Deputi Area Ekonomi Koperasi memikul pemenuhan atas hak buruh, sekalian buruh sanggup buat koperasi.

“Mengapa semua tdk dilakukan Kepala Syahbandar Labuan Bajo. Kiraan saya, pungli di sana melibatkan banyak pihak dan mentalitas instansi tdk pingin susah dengan mekanisme birokrasi. Meskipun sebetulnya pemerintah sudah siapkan perangkat on line buat cost pengurusan, tapi pengusaha tdk pingin susah dengan itu. Jadi tambah banyak manual dan praktis jadi selanjutnya selesai pada pungli, ” jelas politisi Partai Demokrat itu

Berkaitan dengan itu, Kepala Area Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast memaparkan, Polri melaksanakan aksi sama sesuai hukum yg berlaku.

” Problem pengancaman yg dilaporkan dokter Pina Pakpahan waktu ini tengah dalam sistim penyelidikan dan penyidikan. Mudah-mudahan kurun saat dekat, selekasnya dapat ditindaklanjuti dan dituntaskan, ” ujarnya.

“Kalau berkaitan kiraan pungli yg sudah jalan demikianlah lama, pastilah dibutuhkan dilakukan penyelidikan lebih dulu, dengan menyatukan bukti-bukti dan mencari alat bukti, serta isyarat bukti yg dapat mendukung dalam pembuktian kiraan perkara pungli itu. Kita tdk pingin dimaksud melakukan tindakan kriminalisasi, ” tegasnya.

Lebih dulu dibicarakan, dipicu pengen membongkar pungutan liar di tempat kerjanya, Pina Yanti Pakpahan, dokter yg bertugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan tempat kerja Labuan Bajo, Manggarai Barat diancam oleh atasannya.
Tak terima dengan ancaman itu, dokter Pina selanjutnya melaporkan Marsel Elias sebagai Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Lokasi Kerja Labuan Bajo ke Kepolisian Resor setempat.

Pina Yanti Pakpahan pada Kompas. com, Senin (22/5/2017) memaparkan, moment itu berasal saat datang seorang agen kapal speedboat Rajo Go Ema Clearance ke kantor kesehatan pelabuhan.

Speed boat itu, lanjut Pina, beratnya lima GT. Setelah ia membantu menerbitkan dokumennya, sang agen selanjutnya berikan uang beberapa Rp 30. 000.

” Saya terkejut karna kapal di bawah 7 GT menurut Keputusan Pemerintah No 21 Th. 2013 pasal 5, tdk difungsikan tarif dengan kata lain gratis. Saya selanjutnya kembalikan uangnya dan saya beritahu pada agen seandainya mohon maaf kalau buat kapal dengan GT di bawah 7 GT tdk difungsikan tarif, ” kata Pina.

Bebas tarif juga berlaku buat service penerbitan sertifikat izin karantina, penerbitan sertifikat sanitasi kapal, penerbitan buku kesehatan kapal, penerbitan port health quarantine clearance dan penerbitan sertifikat pertolongan pertama pada kecelakaan.

About admin