Home / berita umum / Selama Sepekan Gubernur Banten Tetapkan Darurat Bencana Tsunami Selat Sunda

Selama Sepekan Gubernur Banten Tetapkan Darurat Bencana Tsunami Selat Sunda

Selama Sepekan Gubernur Banten Tetapkan Darurat Bencana Tsunami Selat Sunda  РGubernur Banten Wahidin Halim memutuskan paham darurat perlakuan petaka sejak mulai Kamis (27/12) sampai Rabu (9/1) lain kali. Status darurat petaka itu diresmikan sehabis lokasi Banten ditabrak tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) saat lalu.

” Pengesahan itu termaktub dalam Ketetapan Gubernur Nomer 366/Kep. 350-Huk/2018 terkait Pengesahan Status paham darurat perlakuan petaka tsunami Selat Sunda di Lokasi Propinsi Banten, ” kata Wahidin dalam info tertulisnya, Jumat (28/12) .

Ketetapan itu menurut terhadap Ketetapan Bupati Pandeglang Nomer 362/Kep. 425/2018 terkait Pengesahan Status Paham Darurat Perlakuan Petaka Tsunami di Kabupaten Pandeglang. Serta Ketetapan Bupati Serang Nomer 360/Kep. 504-Huk/2018 terkait Pengesahan Status Paham Darurat Perlakuan Petaka Tsunami di Kabupaten Serang.

Wahidin ikut menyarankan terhadap penduduk supaya tidak mengerjakan aktivitas di selama pantai serta menjauhi sekurang-kurangnya radius satu km. dari pantai sehabis memandang pekerjaan Gunung Anak Krakatau menurut pantauan BMKG. Ia ikut minta wisatawan buat sesaat tidak mendatangi pantai sampai batas waktu yang tidak ditetapkan.

” Gubernur ikut menganjurkan, penduduk tidak cemas serta terus tenang. Tapi, terus siaga. “

Didapati, lokasi pesisir barat Banten diterjang tsunami Selat Sunda pekan akhir saat lalu. Petaka itu menerjang lokasi Kecamatan Anyer serta Cinangka di Kabupaten Serang dan Kecamatan Carita, Kecamatan Labuan, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cigeulis, Kecamatan Cibaliung, serta Kecamatan Sumur di Kabupaten Pandeglang.

Gara-gara petaka itu, s/d 27 Desember 2018 waktu 19. 07 WIB, data Tubuh Penanggulangan Petaka Daerah (BPBD) Propinsi Banten menuturkan sekitar 306 orang wafat, 709 luka-luka, 46 orang hilang, 14. 587 orang saat ini ada dalam pengungsian.

Sesaat kerugian material capai 526 unit rumah, 33 roda empat, 42 roda dua, serta 14 hotel/vila, dan 60 warung kuliner, 215 gazebo, serta 44 unit perahu

About admin