Home / kesehatan / Selepas Peristiwa Orlando, RS Ini Merilis Penelitian Tentang Luka Tembak

Selepas Peristiwa Orlando, RS Ini Merilis Penelitian Tentang Luka Tembak

Selang beberapa hari usai tragedi penembakan klub gay di Orlando, sebuah rumah sakit merilis hasil penelitian tentang luka tembak. Tingkat parahnya luka tembak sekarang ini umumnya meningkat dibandingkan 10 tahun silam.

Prof Angela Sauaia, dokter bedah dari University of Colorado Denver, dikutip dari Livescience, Rabu (15/6/2016) mengatakan jika berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan masyarakat menggunakan senjata yang semakin berbahaya dan mematikan.

Prof Sauaia memiliki analisis data luka tembak di Denver Health Medical Center dari tahun 2000-2013. Pada periode tersebut, 1.680 orang dirawat akibat luka tembak di rumah sakit tersebut. Dari tahun ke tahun, jumlah pasien yang ditangani relatif sama.

Tetapi tingkat kematian karena luka tembak meningkat sekitar 6 persen setiap periode 2 tahun. Resiko menderita luka tembak kategori parah pun meningkat 6,5 persen setiap periode 2 tahun, serta resiko menderita lebih dari 2 luka tembak meningkat hingga 5 persen.

“Pasien yang datang ke UGD (Unit Gawat Darurat) kini mempunyai luka yang lebih banyak serta parah dibanding 10 tahun silam,” jelas Prof Sauaia.

Penelitian lebih mendalam diperlukan untuk memastikan alasan di balik peningkatan tersebut. Mungkin karena jenis serta jumlah senjata yang digunakan oleh pelaku penembakan ikut berpengaruh. Juga untuk mengungkap, apakah peningkatan serupa terjadi pula di rumah sakit lain.

About admin