Home / berita umum / Skema Pajak Penjualan Barang Mewah Akan Mengalami Perubahan

Skema Pajak Penjualan Barang Mewah Akan Mengalami Perubahan

Skema Pajak Penjualan Barang Mewah Akan Mengalami Perubahan – Pemerintah akan merubah pola pajak penjualan barang elegan (PPnBM). Nanti PPnBM tak akan dihitung dari kemampuan mesin, tapi dari emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membidik, pergantian pola PPnBM ini diproyeksikan akan laku pada 2021. Perihal ini memperhitungkan persiapan beberapa aktor usaha.

“Persiapan ini implementasinya dua tahun untuk bikin mereka meningkatkan pasar di negeri serta prinsip investasi. Jadi, prinsip investasinya ini yang kami kejar,” kata Airlangga di BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/3).

Dengan tenggat waktu dua tahun, aktor usaha akan dapat lakukan rekonsilasi dengan tehnologi atau dapat penuhi prasyarat untuk memperoleh tarif PPnBM yang lebih rendah lantas aktor usaha baru dapat memperoleh kepastian berupaya.

“Kami telah berdiskusi dengan beberapa aktor usaha. Mereka telah meminta waktu dua tahun untuk sesuaikan. Pabrikan Jepang yang telah eksisting di industri otomotif telah siap, pun pabrikan dari Eropa,” katanya.

“Jadi jika ide lama PPnBM berdasar pada ia sedan lalu CC (kemampuan mesin) berapakah. Tetapi jika ide baru berdasar pada emisi gas buang, serta emisi gas buang itu jadi standard,” jelas Airlangga.

Standard ini, kata Airlangga telah diaplikasikan di sejumlah negara maju menjadi basic untuk memastikan pajak kendaraan. “Jadi jika di negara maju standarnya ialah km. per liter dengan begitu kami adopsi km. per liter dan gas emisi serta ini standard pabrik,” pungkasnya.

About admin