Home / Uncategorized / TKI Sampang Seludupkan Sabu Asal Malaysia Sebanyak 695 Gr Sabu

TKI Sampang Seludupkan Sabu Asal Malaysia Sebanyak 695 Gr Sabu

TKI Sampang Seludupkan Sabu Asal Malaysia Sebanyak 695 Gr Sabu – Pendapatan jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia rupanya belum juga cukup untuk Holis (20) serta Sofyan (50). Buktinya, ke-2 warga Sampang Madura ini nekat terima order terlarang jadi kurir serta pengedar sabu punya seseorang bandar di Malaysia.

Mujur, usaha penyelundupan barang haram ini berhasil digagalkan petugas paduan Bea Cukai, BNN, Pomal serta Polda Jawa timur, Selasa (3/10/2017) kemarin. Holis serta Sofyan diringkus demikian tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.

Waktu itu, Holis didapati membawa 695 gr sabu. Sedang Sofyan membawa 1490 gr. Berdasarkan penjelasan petugas, ke-2 pengedar ini memakai modus berlainan.

Holis umpamanya, memasukkan sabu-sabu kedalam gagang koper yang dibawa. Sedang Sofyan memasukkannya kedalam dinding koper yang dijahit demikian rapi.

“Tetapi, keduanya terdeteksi petugas waktu melalui mesin x-ray. Kami lalu lakukan tes atas barang itu. Akhirnya, positif memiliki kandungan methapethamine. Untuk pengembangan masalah ini, ke-2 tersangka kami serahkan ke Dirnarkoba Polda Jawa timur, ” tegas Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Mochamad Mulyono, Rabu (4/10/2017).

Kapolda Jawa timur Irjen Pol Machfud membetulkan ada penangkapan jaringan narkoba antarnegara itu. Sekarang ini pihaknya tengah lakukan pengembangan masalah. Terlebih untuk menelusuri jaringan asal Malaysia itu di Surabaya.

“Apapun itu, kami begitu prihatin. Nyatanya masih tetap ada yang berani lakukan penyelundupan narkoba dari Malaysia dibawa ke Indonesia. Namun, Alhamdulillah petugas berhasil menganggalkan, ” katanya.

Sekarang ini, lanjut Machfud, penyidik masih tetap mencari tahu peluang jaringan beda di Surabaya. Termasuk lokasi pemasaran barang haram itu. “Untuk ke-2 tersangka, sesaat masih tetap berposisi jadi kurir. Mereka mengakui memperoleh gaji Rp30 juta apabila sabu yang dibawa lolos dari kontrol petugas di bandara, ” katanya.

Machfud mengungkap, narkoba yang dibawa tersangka Holis dari Malaysia itu gagasannya kelak juga akan diedarkan di lokasi sekitaran Jawa Timur. Namun, mesti transit terlebih dulu di Bandara Juanda.

“Tersangka ini mengakui, narkoba itu punya HR seseorang TKI yang bekerja di Malaysia. Atas panduan HR ke tersangka Holis, nanti Holis itu juga akan dijemput di bandara oleh orang, kemudian baru dibawa ke Madura. Namun Holis telah berhasil di tangkap polisi, ” tuturnya.

Atas tindakannya, ke-2 tersangka dijerat pasal 113 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 th. 2009 mengenai narkotika, ancaman hukumannya dapat pidana mati atau penjara seumur hidup. Sesaat tanda bukti lebih dari 2 kg sabu dihilangkan.

Menghadapi peristiwa sama, Machfud mengharapkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur supaya memberi hukuman berat pada beberapa pengedar ataupun penyelundup narkoba.

“Jangan cuma berkasnya tidak tipis, lalu tuntutannya itu enteng. Sebisa-bisanya tuntutannya maksimum. Umpamanya seumur hidup atau bahkan juga hukuman mati, ” berharap Machfud.

About