Home / indonesia / Trik Soeharto Selewengkan Uang Rakyat Rp 4,4 Triliun

Trik Soeharto Selewengkan Uang Rakyat Rp 4,4 Triliun

Tujuan didirikannya Yayasan Supersemar turut berperan serta dalam membangun dunia pendidikan di Indonesia. Namun apa hendak dikata, dana yang didapatkan dari bank pelat merah tersebut justru dibobol dan dialihkan ke kroni Cendana. Sekarang ini, yayasan tersebut diperintahkan untuk mengembalikan Rp 4,4 triliun yang telah diselewengkan.

Soeharto sendiri mendirikan Yayasan Supersemar pada tanggal 16 Mei 1974. Soeharto yang pada waktu itu menjadi Presiden RI duduk sebagai ketua dimana jabatannya tersebut terus bertahan hingga dirinya lengser di tahun 1998 silam. Bahkan akta notaris tertanggal 27 Desember 1999 menunjukkan jika Soeharto masih menjadi ketua yayasan.

Pada masa kepemimpinannya, Presiden Soeharto mengeluarkan PP Nomor 15 Tahun 1976 pada tanggal 23 April 1976 terkait Keputusan Menteri Keuangan Nomor 333/KMK.011/1978 pada tanggal 30 Agustus 1978. Peraturan tersebut menyebutkan jika Soeharto memerintahkan 5 persen dari 50 persen laba bersih yang didapatkan oleh bank milik negara disetorkan untuk Yayasan Supersemar yang diketuai oleh Soeharto sendiri.

Dengan regulasi yang diberlakukan tersebut membuat kantong Yayasan Supersemar langsung membengkak. Semenjak dikeluarkannya PP 15/1976 sampai dengan lengsernya Soeharto, Yayasan Supersemar telah mendapat kucuran dana sebesar USD 420 juta dan Rp 182 miliar. Namun dana tersebut malah tidak digunakan semestinya dan justru dialihkan untuk penyertaan modal di sejumlah perusahaan dimana saat ini negara memenangkan tuntutan atas yayasan tersebut.

About admin